Kriteria Taubat Yang Sempurna dan Diterima Allah SWT


Taubat yang sempurna harus memenuhi beberapa kriteria :

1. Menyadari akan kesalahan .
Karena seseorang tidak mungkin bertaubat kalau dia tidak menyadari kesalahannya atau tidak merasa bersalah, maka perlunya seorang muslim senantiasa memperdalam ilmu agama sehingga dapat membedakan yang benar dan yang salah, dan perlunya sesama muslim saling mengingatkan, saling menasihat dengan kebenaran, kesabaran, dan dengan penuh kasih saying sesama muslim.

2. Menyesali kesalahan, sekalipun seseorang itu tahu bahwa dia bersalah tetapi ia tidak menyesali telah melakukan kesalahan, maka orang tadi belumlah dikatakan bertaubat, apalagi dengan berbuat salah dia dengan bangganya. Hadits Rasulullah SAW yang artinya : “ Menyesal itu adalah tabuat “ ( HR. Abu Dawud dan Hakim )

3. Memohon ampun kepada Allah SWT, dengan keyakinan atau husn azh-azhan bahwa Allah SWT akan mengampuninya, semakin banyak kita beristighfar pada Allah, maka Allah pun akan mengampuni dosa kita dan menerima taubat kita. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “ Tidak ada dosa yang besar dengan istighfar dan tidak ada dosa yang kecil kalau diulang-ulang.” ( HR. Thabrani )


4. Berjanji tidak mengulanginya.
Janji yang diucapkan harus keluar dari hati nurani yang murni, hati yang suci, tidak ada niat untuk mengulangi perbuatan tersebut.

5. Menutup kesalahan masa lalu dengan amal saleh, untuk membuktikan bahwa ia benar-benar bertaubat kepada Allah SWT. Firman Allah yang artinya : “ Dan sesunggunya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, kemudian tetap berjalan yang benar. “ ( QS. Thaha : 82 )